Identifikasi Formalin Pada Ikan Segar di Pelabuhan Pendaratan Ikan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur


  • Rosa Mardiana Akademi Farmasi YPPM Mandiri, Banda Aceh, Indonesia
  • Lidyawati Lidyawati * Mail Akademi Farmasi YPPM Mandiri, Banda Aceh, Indonesia
  • Muhammad Zulfikri Akademi Farmasi YPPM Mandiri, Banda Aceh, Indonesia
  • (*) Corresponding Author
Keywords: Formalin; Fish; PPI; East Aceh

Abstract

Indonesia is the second largest country after China in terms of capture fisheries production. Capture fisheries production in Indonesia in 2016 reached 6.83 million tons with a value of Rp. 125.3 trillion. The abundant fishery potential causes the fish preservation process at the fishermen level to be constrained. The limited number of preservatives that are safe for food makes formaldehyde an alternative preservative. The use of formaldehyde in food can cause poisoning to the human body.In the formaldehyde test conducted by the Integrated Supervision Team of the Aceh Marine and Fisheries Service (DKP) in 2017 it was found that the practice of using formalin as a fish preservative was still used by some fishermen and fish traders in Indonesia. Aceh. This research was conducted to determine the sustainability of the practice of using formaldehyde by fishermen and traders by identifying the formalin content in tuna and mackerel in Idi Rayeuk Fish Landing Port, East Aceh Regency. The samples used in this study were 3 tuna and 3 mackerel fish taken randomly at the Idi Rayeuk Fish Landing Site, East Aceh. The results showed that all samples tested showed negative results or the fish did not contain formaldehyde. This shows that the public and fishermen's awareness of the dangers of formaldehyde is very good.

References

Astawan, M., 2006. Mengenal Formalin dan bahayanya. Penebar Swadaya, Jakarta.

BSN (Badan Standardisasi Nasional). 2013. Ikan Segar. SNI 2792:2013, Jakarta.

Dwiari. S. Rini, dkk. 2008. Teknologi Pangan Jilid 1 untuk SMK. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional,

Faruk M. F. 2017. Refleksi Indonesia Sebagai Negara Maritim. Geotime.co.id (diakses 12 Juni 2018).

Gusrina. 2008. Budi Daya Ikan Jilid 1 untuk SMK. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta. hal. 165- 174.

Hamdani, 2011. Peluang Dan Tantangan Kelautan Dan Perikanan Aceh. https://hamdani75.wordpress.com (diakses 5 Juli 2018).

Hastuti, S. (2010). Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Formaldehid Pada Ikan Asin di Madura. Jurnal Agrointek. Vol. 7.

Serambi Indonesia. 2017. Ikan Berformalin Masih Beredar di Pasar. Percetakan Serambi Indonesia, Aceh Besar.

Sitti R, dkk. 2007. Analisis Kandungan Zat Pengawet Formalin Pada Terasi Yang Dijual Di Pasar Tradisional Bersehati Kota Manado, Jurnal Agrointek. Vol. 4, No. 2.

Vernia, R. 2018. Analisis Kandungan Formalin Pada Produk Pangan di Kota Banda Aceh. UIN Ar – Raniry, Banda Aceh

Widowati W. dan Sumyati. 2006. Pengaturan tata niaga formalin untuk melindungi produsen makanan dari ancaman gulung tikar dan melindungi konsumen dari bahaya formalin. Pemberitaan Ilmiah Percikan, 63, 33-40.

Winarno, F. G dan Rahayu Titi Sulistyowati. 1994. Bahan Tambahan Untuk Makanan dan Kontaminan. Jakarta: Gramedia.


Bila bermanfaat silahkan share artikel ini

Berikan Komentar Anda terhadap artikel Identifikasi Formalin Pada Ikan Segar di Pelabuhan Pendaratan Ikan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur

Article History
Submitted: 2020-10-11 Published: 2020-10-30