Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Untuk Memetakan Distribusi Stunting Menggunakan Metode Autokorelasi Morans’I


  • Rizky Yuspita Sari * Mail Universitas Jenderal Achamd Yani, Yogyakarta, Indonesia
  • Siti Nurhayati Universitas Jenderal Achmad Yani, Yogyakarta, Indonesia
  • Untoro Dwi Raharjo Universitas Jenderal Achmad Yani, Yogyakarta, Indonesia
  • A’idah Haniyah Sary Universitas Jenderal Achmad Yani, Yogyakarta, Indonesia
  • (*) Corresponding Author
Keywords: Geographic Information System; Health Information System; Nutritional status; Stunting; Toddlers

Abstract

Stunting is a significant issue in Indonesia caused by nutritional deficiencies that can lead to slower growth, cognitive impairment, and learning disorders. The stunting rate in Indonesia in 2022 was 21.6%, and the government aims to reduce this rate to 14% by 2024. Meanwhile, the stunting rate in Kulon Progo Regency reached 14.8%, placing it as the second highest stunting rate in the Special Region of Yogyakarta Province. Therefore, an effective strategy is needed to implement the acceleration program for reducing stunting in Indonesia, particularly in Kulon Progo Regency. One approach to reducing stunting is utilizing geographic information systems to map the distribution of stunting cases and potential causes. This study aims to analyze the spatial distribution of stunting cases in Kulon Progo Regency. The research method is a descriptive quantitative study using a geographic information system application, ArcGIS. The subject of study covers all stunting cases in Kulon Progo Regency from 2021 to 2023 based on secondary data from the Kulon Progo Health Office with a total of 5986 cases. The results of the study showed that stunting cases in Kulon Progo district formed a random pattern with a Moran's index value of -0.063811, and a p-value of 0.869570. In addition, the number of integrated health posts in this area is quite evenly distributed with more than 50 integrated health posts.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aditianti, A., Raswanti, I., Sudikno, S., Izwardy, D., & Irianto, S. E. (2021). Prevalensi Dan Faktor Risiko Stunting Pada Balita 24-59 Bulan Di Indonesia: Analisis Data Riset Kesehatan Dasar 2018 [Prevalence and Stunting Risk Factors in Children 24-59 Months in Indonesia: Analysis of Basic Health Research Data 2018]. Penelitian Gizi Dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research), 43(2), 51–64. https://doi.org/10.22435/pgm.v43i2.3862

Akhwan. (2019). Atasi Stunting, Pemkab Kulon Progo Segera Bentuk Pokja.

Ardi, A., & Safitri, A. (2021). Web Based e-Posyandu at Posyandu Teratai Putih Bahalayung Village using CodeIgniter Framework. Phasti: Jurnal Teknik Informatika Politeknik Hasnur, 6(01), 1–7. https://doi.org/10.46365/pha.v5i01.411

Chomawati, R. (2024). SKI 2023: Prevalensi Stunting Indonesia dan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dinas Kesehatan DIY. (2022). Dinas Kesehatan D.I Yogyakarta tahun 2022. Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, 76.

Indriani, D., Dewi, Y. L. R., Murti, B., & Qadrijati, I. (2018). Prenatal Factors Associated with the Risk of Stunting: A Multilevel Analysis Evidence from Nganjuk, East Java. Journal of Maternal and Child Health, 03(04), 294–300. https://doi.org/10.26911/thejmch.2018.03.04.07

Karniati, I., Nuru, H., & Wulandari. (2023). Hubungan Pernikahan Dini Dan Pendapatan Keluarga Dengan Risiko Kejadian Stunting Di Puskesmas Lalang Luas Kabupaten Muko-Muko Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Ibu Dan Anak, 1(2), 165–174.

Kementerian PPN/ Bappenas. (2018). Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten/Kota. In Rencana Aksi Nasional dalam Rangka Penurunan Stunting: Rembuk Stunting (Issue November).

Kurland, K. S. and W. L. G. (2014). GIS Tutorial for Health (Esri Press (ed.); fifth edit).

Lestari, A. K. D., Risald, R., & Bobu, F. R. (2024). Sistem Informasi Geografis Lokasi Prioritas Penanganan Stunting di Wilayah Perbatasan RI-RDTL, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT (Studi Kasus : Kecamatan Biboki Anleu). Jurnal Ilmu Komputer Dan Sistem Informasi (JIKOMSI), 6(3), 233–239. https://doi.org/10.55338/jikomsi.v6i3.2070

Mastina, T. (2021). Upaya Pemerintah Kabupaten Kampar Dalam Penanganan Tunting Balita. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian Dan Pengembangan Provinsi Riau, 153–164.

Nasution, I. S., & Susilawati. (2022). Analisis Faktor Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita Usia 0-59 Bulan. Ilmiah Kesehatan, 1(2), 1–6.

Nelfira, Saputra, H., & Jelita, S. (2018). Sistem Informasi Geografis Pemetaan Titik Daerah Rawan Kecelakaan di Sumatera Barat Berbasis Web. STMIK Indonesia Padang, 6(1), 62.

Prahutama, A. (2014). Analisis kemenangan pemilihan gubernur (pilgub) jawa tengah 2013 dengan autokorelasi spasial. Statistika, 2(1).

Pramoedyo, H., Mudjiono, M., Fernandes, A. A., Ardianti, D., & Septiani, K. (2020). Determination of Stunting Risk Factors Using Spatial Interpolation Geographically Weighted Regression Kriging in Malang. Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 20(2), 98–103. https://doi.org/10.18196/mm.200250

Putri, F. F., & Sukmana, H. (2022). Strategi Pemerintah Desa dalam Pencegahan Stunting di Desa Kedungkendo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Sawala : Jurnal Administrasi Negara, 10(2), 224–235. https://doi.org/10.30656/sawala.v10i2.5168

Retnaningsih, S. M., Nihla, N. H., & Pratuti, M. (2024). Pemetaan Kabupaten/Kota Di Provinsi Papua Dan Papua Barat Berdasarkan Indikator Terjadinya Balita Stunting. Open Journal System, 18(1978), 1417–1428.

Rusliani, N., Hidayani, W. R., & Sulistyoningsih, H. (2022). Literature Review: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Buletin Ilmu Kebidanan Dan Keperawatan, 1(01), 32–40. https://doi.org/10.56741/bikk.v1i01.39

Sandari, I. D., Efendi, & Julianto, P. (2023). Upaya Pemerintah Desa Terhadap Penanggulangan Stunting Di Desa Koto Tengah Kecamatan Air Hangat Barat Kabupaten Kerinci. JAN Maha, 5(2), 1–23.

Sari, R. Y., & Widayani, P. (2023). Analisis Pola Spasial Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Di Provinsi D.I. Yogyakarta. Journal of Information Systems for Public Health, VIII(2), 22–31.

Siregar, M. R. S., Samsudin, & Putri, R. A. (2023). Sistem Informasi Geografis Dalam Monitoring Daerah Prioritas Penanganan Stunting Pada Anak Di Kota Medan. Journal of Science and Social Research, 6(3), 643–648.

Suraya, D. R., Muqsith, M. F., & Budiawan, R. (2021). Aplikasi Sistem Informasi Posyandu Untuk Pertumbuhan Dan Perkembangan Balita. E-Proceeding of Applied Science, 7(5), 2125–2132.

Tahangnacca, M., & Muntahaya, F. (2023). Spatial Pattern of Stunting on Children under Five in Indonesia 2019. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 13(1), 47–55. https://doi.org/10.58185/jkr.v13i1.36

Veronika, R., Hayati, M. N., & Purnamasari, I. (2020). Metode Quick Count dan Analisis Autokorelasi Spasial Menggunakan Indeks Moran (Studi Kasus: Pemilihan Presiden Indonesia Tahun 2019 di Kalimantan Timur). Jurnal Statistika Universitas Muhammadiyah Semarang, 8(2), 121. https://doi.org/10.26714/jsunimus.8.2.2020.121-126

Wibowo, S. S., Chuvita, L., Nuswantoro, U. D., & Nuswantoro, U. D. (2023). Perancangan Rekam Kesehatan Personal (Rkp) Untuk Deteksi Dini Cegah Stunting Pada Balita Di Posyandu. Jurnal Endurance, 8(1), 1–8. https://doi.org/10.22216/jen.v8i1.1786


Bila bermanfaat silahkan share artikel ini

Berikan Komentar Anda terhadap artikel Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Untuk Memetakan Distribusi Stunting Menggunakan Metode Autokorelasi Morans’I

Dimensions Badge
Article History
Published: 2025-03-30
Abstract View: 862 times
PDF Download: 826 times
Section
Articles