The Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Dispepsia Komplikasi Demam Tifoid di Rumkit Putri Hijau Medan 2018


  • Desy Natalia Siahaan * Mail Universitas Tjut Nyak Dhien, Medan, Indonesia
  • Burham Burham Rumah Sakit Putri Hijau, Medan, Indonesia
  • Reny Ayu Zendrato Universitas Tjut Nyak Dhien, Medan, Indonesia
  • (*) Corresponding Author
Keywords: Antibiotics; Dyspepsia and Complications of Typhoid Fever; Gyssens Method; ATC / DDD Method

Abstract

Antibiotics are substances that are produced by microorganisms that live from fungi that can fight or can fight other types of microbes. The use of higher antibiotics can be used in the use of antibiotics that are not rational. This research aims to improve the quality and quality of antibiotic use in inpatients at Patients with dyspepsia and complications of typhoid fever at TK Hijau Putri II Hospital, Kesdam I / BB Medan in 2018.The study was conducted descriptive descriptive with cross sectional research design with retrospective data collection conducted during the 2018 period. Quantitative evaluation research used the DDD (Defined Daily Dose) method and qualitative evaluation using the Gyssens category.The results showed that of the 120 patients using antibiotics, the quality assessment of the Gyssens category obtained results of 90% category 0 (rational), 10% category IIIA (duration too long). Evaluation of the amount by the DDD method (Daily Dose Determined) obtained the use of antibiotics with a DDD value / 1000 patient-day the highest was the fluoroquinolone group (ciprofloxacin and levofloxacin) with 56.4%, while for ciprofloxacin used 1,213 DDD / 1000 Patient-day and for levofloxacin have 1,000 DDD / 1000 Patient-days. Antibiotics for the third generation cephalosporins (cefotasim and ceftriaxone) with 43.14%, while for cefotasim have 713 DDD / 1000 Patient-days and for ceftriaxone have 1,000 DDD / 1000 Patient-days.

 

References

Abdullah, M., Gunawan, J. (2015). Dispepsia Continung Medical Education, Vol.39, n0.9. Halaman 647-670.

Adriani, K.P. (2015). Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Dewasa di Instalasi Rawat Inap RS Bethesda Yogyakarta. Skripsi. Universitas Gadja Mada.

Amalia Shofia. (2016). Studi Penggunaan Antibiotik. Skripsi. Universitas Airlangga. Surabaya.

Astuti Dea. (2018). Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Metode ATC/DDD. Jakarta

Ciptaningtyas Rizke V. (2014). Antibiotik Untuk Mahasiswa Kedokteran. Yogyakarta: Graha Ilmu. Hal 20-45.

Daftar DDD antibiotik/WHOCC-ATC/DDD WHOCC-ATC/DDD index. (2006). (http://www.whocc.no/atc/dddindex).Diakses pada 9 Desember 2019

Depkes RI. (2009). Sistem Kesehatan Nasional.Jakarta.Diakses pada 18 Januari 2020

Dewi, A.P. (2018). Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Demam Tifoid Rawat Inap Di Rumah Sakit Islam Klaten. Skripsi. Universitas Setia Budi Surakarta.

Faizah Binfar. (2019). Pedoman Pelayanan Kefarmasian Untuk terapi Antibiotik Kementrian kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Hal. 125

GyssensIC.,dkk.(2005).AuditforMonitoringtheQualtyofantimicrobial 55 prescriptionNewYorkKlowerAcodemicpublisher.Halaman197-207

Hadi,U.,DUERINK,D.O.,Lestari,E.S.,Nagelkerke,N.J.,Keuter,M.,Suwandojo.E.,Rahardjo,E.,Vanden Broek,P.,dan Gyssens,I.C. (2018). Audit of antibiotic prescribing in two governmental teaching hospitals in Indonesia.Clinical Microbiology and infectious Discase Journal.Hal.698-707

Hammad,O.M., Hifnawy,T.,Omran,D.,Tantawi,m.A.&Girgis,N.I.(2015).Ceftriaxone versus Chloramphenicol for Treatment of Acure Typhoid Fever.Life Scrience Journal,8(2).100-105

Harrison.(2014).Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam.Buku Kedokteran.Yogyakarta.Hal.249-251

Herman,B.R.(2014).Fisiologi Pencernaan untuk Kedokteran.Padang:Andalas University Pross.Halaman 45-60

Ikatan Dokter Indonesia, (2015). Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter.Jakarta:Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.

Irawan Ahmad. (2017). Pengaruh Kepatuhan Penggunaan Obat Terhadap Kualitas Hidup Pada Pasien Dispepsia Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi Surakarta.

Jamil O.,Sawar,Hussain.Z.,Friaz R.and Haudry R.(2016).Association Between Functional Dyspepsia and Severity of Depression,Journal of the College of Physicians and Surgeons—Pakistan:JCPSP,26(6).Halaman 13-60

Kementrian Kesehatan RI.(2011).Modul Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Jakarta.Hal 255-237

Keputusan Menteri Kesehatan RI No.364.(2006).Pedoman Pengendalian Demam Tifoid Menteri Kesehatan RI.Jakarta.Hal 1-38

Kristyasari .W.A.(2019).Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pediatrik Demam Tifoid Dengan Metode GYSSENS di RSUD Kota Yogyakarta Tahun 2016-2017,Skripsi.Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Kurniaawati Hani Laila. (2019). Hubungan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Penggunaan Antibiotik. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Maulana Malik. Malang.

Lacy et al.(2019). Motor disoders of the Quality of gastrointestinal tract:What new & what to do. Academy professional information services ins. New York.USA

Lastiawan,S.(2017).Metodologi penelitian Kesehatan. Jakarta:Rhineka cipta.Hal.23

Lili MA,Fuad A,Gani A,Andayani P.Pla.(2015). Pemberian Antibiotik Pengobatan Demam Tifoid di Rumah Sakit Fatmawati.Jakarta.Makalah Kesehatan.Hal 27

Medscape. (2018). Drug Interction Checker. Medscape (http://reference.medscape.com/drug-interactionchecker accessed. Di akses pada tanggal 15 Desember 2019.

Muhammad OR.(2018).Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Metode ATC/DDD.Jakarta

Nathin,R.(2015).Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV :Pemakaian Antimikroba Secara Rasional Di Klinik.Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC,pp.1700

Novita Yulinda. (2019).Pravelensi Demam Tifoid Berdasarkan Jenis Kelamin Pada Pasien Rawat jalan di Rumah Sakit UIIN Syarifhidayatullah.Skripsi Jakarta.

Nuraini,F.A.,Garna Herry,Respati titik.(2015).Perbandingan Kloramfenikol dengan Seftriakson terhadap Lama Hari turun Demam pada Anak Demam Tifoid,Skripsi.Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung,Bandung

Nuruzzaman,H.(2016)Analis Resiko Kejadian Demam Tifoid.Skripsi.Universitas Pancasila

Patria,P.(2019).Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid Di RS TK II Putri Hijau Kesdam I/BB/Medan.Skripsi.Fakultas Farmasi.Universitas Tjut Nyak Dhien Medan.Hal 29

Peraturan Mentri Kesehatan.(2011).Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik.(http://www.binfar.depkes.go.id/.dat/Permenkes Antibiotik.pdf)Diakses pada tanggal 20 Oktober 2019

Pramita,OP.(2014).Faktor Resiko Kejadian Penyakit Demam Tifoid Pada Pasien Penderita Yang Dirawat Di Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran.Jurnal kesehatan masyarakat.(http://ejournal1.undip.ac.id/index.php/jkm.diakses pada tanggal 9 Desember 2019

Rahayu Sri.(2017).Evaluasi Penggunaan Antibiotik Secara Kualitas dan Kuantitas disertai Tingkat Resistensi dan Pola Kuman di Bagian Penyakit Dalam Rsup H. Adam Malik.Skripsi.Universitas Tjut Nyak Dhien Medan

Rampengan,H.R.(2016).Faktor yang Berhubungan Dengan Lama Hari Rwat Inap RSUD Pangkep.ISSN.Skripsi. Univerjitas Gadja Mada. Yogyakarta

Rao KA,Yazaki E,Evan,DF,Carron R.(2014).Objective evaluation of small bawel and calonic transit time with Ph telemetry in athletes with gastrointestinal symptoms.Br J Sports Med 20014;38:482-7

Rokhman.(2019).Faktor-Faktor Resiko Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Demam Tifoid Pada Orang Dewasa.Tesis.Yogyakarta: Universitas Gajah Mada

Setiati,S,Alwi,I,Sudoyo,AW,Simadibrata,M,Setiyohadi,B,Syam,AF.(2015).Ilmu Penyakit Dalam.Jakarta pusat:Buku Ajar, hal 1770-1811

Sholeh M.G.(2019).Gambaran Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Metode ATC/DDD.Journal.Padang

Sidabutar,S.,Satari,H,I.(2017).Pilihan Terapi Empiris Demam Tifoid pada Anak:Kloramfenikol atau Seftriakson.Journal.Sari Pedriati.11,434.9

Tjay Tan Hoan dan Kirana Rohardja.(2017).Obat-obat Penting Khasiat Penggunaan dan Efek-efek Sampingnya.Edisi Keenam,Hal 262.PT Elex Media Kampotido,Jakarta

Ulfa.(2018).Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Tifoid.Journal.Yogyakarta

Widodo AW.2016.Evaluasi Penggunaan Dan Evektifitas Pemberian Antibiotik Pada Pasien Demam Tifoid DiInstalasi Rawat Inap Rsud Sukoharjo.Skripsi.Fakultas Farmasi.Universitas Muhammadiyah Jakarta.Hal 8

Widyasari I.(2016).Hubungan antara Kecemasan dan Tipe Kepribadian Introvert dengan Dispepsia Fungsional.Skripsi.Surakarta:Universitas Muhammadiyah Surakarta.Halaman 17-35

Word Health Organization.(2011).WHO Global Strategy for Contaiment of Antimicrobial Resistence. (http://who.int/drugresistance/WHO Global__Strategy__English.pdf) diakses pada tanggal 10 November 2019.Swizerland:WHO.Hal.18.23-29

Word Health Organization.(2014).Antimicrobial Resistance.diakses pada tanggal 10 November 2019

Yunita T. (2017). Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotika. Skripsi. Universitas Gadja Mada. Yogyakarta.


Bila bermanfaat silahkan share artikel ini

Berikan Komentar Anda terhadap artikel The Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Dispepsia Komplikasi Demam Tifoid di Rumkit Putri Hijau Medan 2018

Article History
Submitted: 2021-06-12 Published: 2021-06-30
Section
Articles