Penerapan Metode Queue Tree Dalam Manajemen Bandwidth Berbasis Mikrotik Untuk Memudahkan Pembelajaran Dalam Menghadapi Dampak Covid-19
Abstract
Masih berlangsungnya dampak pandemi Covid-19 mengakibatkan berbagai sektor mengalami penurunan salah satunya dibidang Pendidikan. Banyak cara yang dihadapi dalam dunia Pendidikan untuk memulihkan dampak yang disebabkan oleh Covid-19 yaitu melakukan pembelajaran secara daring dan luring [1]. Dalam menghadapi pelaksanaan pembelajaran tersebut terdapat kedala salah satunya pada pelaksanaan pembelajaran daring yang dilaksanakan pada SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. Masalah yang sering timbul adalah pembagian bandwidth yang tidak merata ketika semua menggunakan akses internet Untuk menjaga kelancaran penggunaan internet, manajemen bandwidth yang baik diperlukan dengan tujuan mengatur besaran bandwidth dan menjamin para pengguna jaringan mendapatkan bandwidth yang adil dan memuaskan. Salah satu cara untuk mengatur besaran bandwidth dengan menggunakan metode queue tree. Metode Queues tree adalah pelimitan yang sangat rumit karena pelimitan ini berdasarkan protokol, ports, IP Address, bahkan kita harus mengaktifkan fitur Mangle pada Firewall jika ingin menggunakan Queue Tree. Dengan tujuan agar kapasitas bandwidth tersebut nantinya akan dibagikan kepada setiap pengguna jaringan sesuai dengan prioritasnya dalam penggunaan internet sehingga besarnya kapasitas bandwidth yang disediakan dapat dioptimalkan pada SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. Dimana hasil penerapan metode queue tree yaitu dengan membuat max-limit download dan upload masing-masing sebesar 10Mbps. Download dan Upload masing-masing terbagi menjadi 2 yaitu download atau upload berat masing-masing mendapat max-limit 2,5 Mbps dan download atau upload ringan masing-masing mendapat max-limit 10 Mbps
References
[2] S. Hadi dan R. Wibowo, “IMPLEMENTASI MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN QUEUE TREE PADA UNIVERSITAS SEMARANG,” Pengemb. Rekayasa dan Teknol., vol. 15, no. 2, hal. 112–117, 2019.
[3] D. Susianto, “IMPLEMENTASI QUEUE TREE UNTUK MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN ROUTER BOARD MIKROTIK,” J. CENDIKIA, vol. 14, no. 1, hal. 1–7, 2016.
[4] C. Prihantoro, A. K. Hidayah, dan S. Fernandez, “Analisis Manajemen Bandwidth Menggunakan Metode Queue Tree pada Jaringan Internet Universitas Muhammadiyah Bengkulu,” JUST TI (Jurnal Sains Terap. Teknol. Informasi), vol. 13, no. 2, hal. 81–86, 2021.
[5] Rasim, Mugiarso, dan J. Warta, “IMPLEMENTASI METODE QUEUE TREE UNTUK MANAJEMEN BANDWIDTH BERBASIS HOTSPOT (STUDI KASUS : ONESNET BEKASI),” JSI (Jurnal Sist. Informasi), vol. 9, no. 1, hal. 151–160, 2022.
[6] A. F. Daru, F. W. Christanto, dan A. Kurniawan, “Metode PCQ dan Queue Tree untuk Implementasi Manajemen Bandwidth Berbasis Mikrotik,” J. RESTI (Rekayas a Sist. dan T eknol ogi Inf. ), vol. 5, no. 2, hal. 407–412, 2019.
[7] M. E. A. Damopolii, S. Raharjo, dan J. Triyono, “ANALISA PERBANDINGAN OPTIMALISASI MANAJEMEN BANDWIDTHMIKROTIK MENGGUNAKAN METODE QUEUE TREEDAN SIMPLE QUEUE(Studi Kasus Asrama Bogani Yogyakarta Ratmakan GM 1/693),” J. JARKOM, vol. 9, no. 1, hal. 21–29, 2021.
[8] M. Rofiq, “PERANCANGAN MANAJEMEN BANDWIDTH INTERNET MENGGUNAKAN METODE FUZZY SUGENO,” J. Ilm. Teknol. dan Inf. ASIA, vol. 7, no. 1, hal. 1–15, 2013.
[9] Athailah, Panduan Singkat Menguasai Router Mikrotik untuk Pemula. Jakarta: mediakita, 2013.
[10] S. P. U. A. Helmi Prasetyo;, Herika Hayurani;, “Modul Workshop Mikrotik Dasar : Pengenalan Mikrotik dan Perintah- perintah Dasar,” Jakarta, 2014.
Bila bermanfaat silahkan share artikel ini
Berikan Komentar Anda terhadap artikel Penerapan Metode Queue Tree Dalam Manajemen Bandwidth Berbasis Mikrotik Untuk Memudahkan Pembelajaran Dalam Menghadapi Dampak Covid-19
Pages: 115-121
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (Refer to The Effect of Open Access).


